Kamis, 02 September 2021

Ini Dia Bahaya Game Berlebih Bagi Anak

Anak anak harfiahnya bermain dan mempunyai ketertarikan terhadap sesuatu yang berwarna, bergerak, dan bisa di kendalikan berbentuk game. Ada banyak contoh game yang biasa dimainkan, misalnya game star wars battlefront2. Bermain game tidak salah dan bagus untuk mengisi waktu atau self reward. Namun, sesuatu yang berlebihan akan apapun bentuknya akan menimbulkan efek negative tidak terkecuali game. Berikut adalah beberapa dampak negative dari game addict bagi anak.



Gangguan mata

Menatap layar game di hand phone, consol game atau di computer dalam durasi yang cukup lama akan mengakibatkan mata lelah, minus bertambah, serta syaraf mata yang menjadi rusak. Kerusakan – kerusakan tersebut disebabkan oleh radiasi yang di pancarkan oleh layar.

Gangguang motorik

Tanpa di sadari, menatap layar computer atau hand phone di waktu yang lama akan mengurangi gerak dari penggunanya. Gerak atau yang sering di sebut motorik akan berkurang fungsinya karena anak terlalu banyak diam. Jika di biarkan, kebiasaan ini akan mengakibatkan obesitas karena kurangnya ruang gerak dari si anak yang kecanduan gadget.

Sendi yang terasa sakit

Posisi pengguna gadget biasanya duduk membungkuk dan tiduran. Posisi tersebut memang enak di praktekkan, tidak hanya anak – anak, namun juga orang tua. Memposisikan diri seperti ini akan mengakibatkan otot kaku dan nyeri sendi.

Menurunkan konsentrasi

Paparan radiasi dari perangkat elektronik bisa melemahkan konsentrasi anak. Konsentrasi anak yang terganggu ini diakibatkan oleh adanya perubahan struktur dendrite pada sel otak. Kehilangan konsentrasi tentunya akan menghambat anak dalam bersosial atau di dunia akademik.

Lebih suka menyendiri

Anak yang sudah kecanduan bermain game akan cenderung memilih menghabiskan waktu sendirian dengan gamenya di bandingkan dengan bersosialisasi. Ketika mereka suatu saat masuk di keramaian, maka rasa gelisah, dan canggung akan muncul ketika mereka bersosialisasi.

Masalah komunikasi

Komunikasi merupakan kegiatan antara 2 orang atau lebih untuk saling bertukar informasi, serta membaca mimic lawan bicara agar terjadi komunikasi yang sehat. Biasanya, anak yang memiliki kecanduan bermain game akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan sesame.

Tempramen

Ketika anak bermain game, maka mereka akan sangat berkonsentrasi. Konsentrasi yang terganggu tentunya akan menimbulkan emosi yang naik tiba – tiba. Perilaku anak pun biasanya dipengaruhi dari game jenis apa yang dimainkannya. Jika itu peperangan atau kekerasan lainnya, maka jangan ketika menemuai anak dengan tingkat emosi yang tinggi karena kecanduan game.

Diperlukannya pengawasan orang tua extra ketika anak bermain game. Jika dilihat dari penjelasan diatas, maka sudah seharusnya digital parenting di galakkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar